TAMBANG EMAS dan TEMBAGA GRASBERG FREEPORT McMoran Ind

Tinggalkan komentar

November 2, 2011 oleh rifaigeost

GRASBERG

Grasberg adalah salah satu puncak gunung di pegunungan Jayawijaya tempat penambangan tembaga PT Freeport Indonesia. Dulu penambangan dilakukan di Ertsberg (gunung disebelahnya, produksi awal th 1972) yang sudah ditinggalkan cadangan makin sedikit dan tidak ekonomis sejak tahun 1988 dan dipindah ke Grasberg karena ditemukan cadangan yang lebih besar.

Intrusi-intrusi di Grasberg menghasilkan daerah mineralisasi berbentuk kerucut terbalik dengan ukuran 2,3 km kali 1,7 km di bagian atas dekat permukaan pada ketinggian 4100 meter, sedang lebih kebawah mengecil dengan ukuran 900 meter pada ketinggian 3000 meter. Dari ketinggian tersebutkerucut lebih mengecil lagi dengan ukuran 500 sampai 600 meter. Pada ketinggian 2650 meter, ada endapan yang masih cukup berharga, yaitu pada kedalaman maksimum yang dapat dicapai oleh alat bor. Mineralisasi tembaga terutama terdapat dalam kalkoporit, meskipun ditemukan juga dalam bornit. Bagian dengan kandungan tembaga dan emas yang paling kaya terdapat pada ketinggian 3550 dan 3350 meter. Korelasi antara kadar tembaga dengan emas pada keseluruhan endapan bijih sangatlah tinggi.

Apa yang terdapatlebih dalam daripada yan dapat dicapai oelah alat bor pada dewasa ini masih merupakan tanda tanya besar. Endapan Grasberg masih ‘terbuka kedalam’, artinya tidak ada seorangpun mengetahui sampai pada kedalamanberapa endapan berlanjut dibawah ketinggian 2650 meter. Kemungkinan kecil bahwa endapan terhenti begitu saja pada ketinggian tersebut.. Pemboran sangat dalam baru dilaksanakan waktu terowongan Amole 6 km diatas pabrik pengolahan mencapai titik pusat Grasberg tahun 1996. Meskipun demikian tidaklah perlu tergesa-gesa untuk mengetahu kelanjutan endapan bijih Grasberg ini. MASIH ADA WAKTU EMPAT DEKADE untukmenghabiskan cadangan bijih tembaga dan emas yang telah TERBUKTI maupun terindikasi dalam kandungan Grasberg.

Selanjutnya terserah kepada kitalah bangsa Indonesia bagaimana mau memanfaatka Sumber Daya Alam Pertambangan ini. Jangan sampai apa yang sudah diusahakan sejauh ini malah akan jadi percuma dikemudian hari seperti kasus MIGAS. Walaupun sudah 40 th berlalu masih belum ada perusahaan kita yang berani berusaha di sektor hulu sehingga kembali kita bergantung pada kekuatan asing. Atau sekarang ini bagaimana berpartisipasi dalam kegiatan diatap dunia ini yang terkait dengan kue sebesar 4 juta dolar sehari. Mari berpikir positip karena tambang Grasberg itu adalah SEKOLAH TAMBANG YANG TERBESAR DI DUNIA. Semua ahli tambang dunia datang dan belajar disitu setiap hari.

(Raldi A. Koestoer, 15/12/06, bahan utama dari ‘Grasberg’ oleh George A. Mealey).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 151 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 108,352 hits

Kalender

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
what my boyfriend wore

A Dandy's Diary About All Things Dapper

Hary Sasmita Dody

Sesederhana setiap bagian darinya.? Mungkin...

TERRATIVE

Earth Creative Studio

Tektonesiana

Tectonics of Indonesia

"Regional Geology, Sedimentology & Stratigraphy, Tectonic & Structural Geology, Hydrogeology and Analogue Experimental Modeling "

%d blogger menyukai ini: